Awal Desember yang terusik, oleh kepenatan dan kejenuhan yang kian menghimpit dada.
serasa remuk sudah tulang dan sendi. ku bertanya apa nikmatnya hidup ini?
hati kecilku pun bangkit mengungkit dan menjerit. dari, oleh, dan untuk siapa aku hidup, lantang jawaban hati " ALLAH ".
Ya Illahi Robb kenapa engkau berikan kenikmatan hidup ini pada orang2 yang sesat, kenapa engkau hidupkan pikiran kami untuk membrontak Mu. sejatinya hidup ini untuk di nikmati apapun bentuk dan kondisi hidup itu tidaklah penting. ku ingin membuka mata dan jiwa serta hati nurani supaya bisa melihat, mendengar dan merasakan kehadiran-Mu. sujudku takan pernah dapat menutupi dosaku, simpuhku takan mampu membuka pintu-Mu, segenggam pasir telah menjadi gunung batu, hitam kelam tiada kesan. kepongahan dan kecongkakan melapaui langit biru.
Ya Allah, mampukah aku melihat wajah-Mu?.
04 Desember 06
Monday, December 04, 2006
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment
isi komentar anda di sini